Posts

TAHU DIRI

Image
Photo by Alan Rojo Pinedo on Unsplash     "Suka kopi nggak?" "Nggak", kataku. "Eh tapi mau coba deh, banyakin susu nya aja ya biar nggak pahit, kaya kehidupan" sambungku lagi. Suatu sore dengan warna langit yang agak gelap di kedai kopi, aku duduk dan ngobrol bareng temenku. Ngobrolin banyak hal. Tentang karir, pasangan hidup, dan yaa seputar topik-topik update kehidupan lah. Perihal karir. Sebagai anak rantau yang dikuliahin sama orang tua (eh sory, anak beasiswa). Hihi canda, tapi emang dapet. Ok lupakan. Sebagai anak rantau, yang dikuliahin orang tua, nggak jarang orang tua di kampung pengan banget anaknya setelah lulus kemudian jadi PNS. Itu udah nggak dari sebagian kecil sih, mostly orang tua yang (katakanlah di kampungku) pengen banget anaknya jadi PNS. Serasa kalau udah PNS tuh udah "Wow" banget gitu anaknya. Tapi, entah kenapa aku sangat tidak berminat untuk menjadi PNS sedari SMA. Haha, so do my friend. Dia juga nggak suka. Anyways, int...

HOW CAN PEOPLE "RELAX" WHEN THE NUMBERS KEEP GOING UP?

Image
Photo by Volodymyr Hryshchenko on Unsplash Halo semua! Tadi pagi notifikasi dari CNN masuk ke HP gue yang isi beritanya tentang Pak Anies Baswedan positif Covid-19. Setelah hampir satu bulan gue nggak update (lebih tepatnya membatasi) informasi tentang Covid-19, statistiknya sudah seperti apa, akhirnya tadi pagi gue cek. Gue kaya yang "oh ok". Habis itu gue buka sosmed, scroll.. scroll.. kok gue males bercampur rasa "ewh" dan sedikit parno.  Belakangan ini gue amati orang-orang yang di sosmed sekarang terlihat udah pada "yaudah lah" gitu sama kondisi ini. Apa gue yang terlalu parno? Kok sekarang nongkrong rame-rame udah pede-pede aja di tempat umum? Olahraga rame-rame, nge-mall rame-rame, vacation rame-rame dan hal-hal lainnya yang nunjukin seakan-akan tidak ada apa-apa, seakan-akan pandemi sudah usai. Seakan akan memakai masker hanyalah formalitas, atau takut didenda. Nggak gitu dong konsepnya.  Oh ya, tolong digaris bawahi rame-rame disini yang gue mak...

SIGN

Image
  Photo by Mark König on Unsplash Hi semua! Sekarang jam 01.20 WIB. Tadi aku kebangun sekitar jam 10an gegara suara orang nyanyi deket rumah. Sebel, padahal tidurnya udah enak banget. Udah coba tidur lagi tapi nggak bisa, laper, dan langsung masak Indomie. Indomie + telur setengah mateng mantep banget sih itu. Terus sekarang mataku masih seger, padahal badan pengen tidur. Rasanya seminggu ini capek banget. Aku baru aja melakukan perjalanan lintas kota untuk menghadiri suatu acara. Pas di acaranya nggak nyampe 30 menit (seriously i don't like to be at kondangan), tapiii DIJALANNYA DUA HARI! Sory ngegas, karena se capek itu. Parah! Imagine that you are in the car for 8 hours bermacet-macet ria with no facilities di jalan, udahlah tol nya juga tersendat, muak ga lo. Mau buang air kecil mikir dulu kan lo (Ngetik inipun dengan muka nyolot kesel, haha). Akhirnya memutuskan untuk nginep di hotel karena capek, habis itu baru melanjutkan perjalanan. Anyways, pas perjalanan pergi durasi mac...

CITA-CITA ORANGTUAKU, CITA-CITAKU

Image
  Photo by Alexis Fauvet on Unsplash     "Cita-cita papa itu nggak kesampaian untuk menjadi ****, jadi kamu terusin aja cita-cita papa, ya. Ambil jurusan **** aja" Pernah denger? Kalau enggak, selamat! (Ohya, disini aku tidak menyalahkan siapa-siapa, ya baik si anak maupun papanya. Hanya kurang sependapat dengan si papanya aja, hehe). Kebetulan, aku berada di lingkungan keluarga yang nggak terlalu dikekang banget soal cita-cita. Aku secara pribadi sangat diberi kebebasan untuk mengambil langkah apapun oleh kedua orangtuaku. Perlu digaris bawahi, kebebasan yang kumaksud bukan berarti tanpa batas. Selama itu tidak melanggar aturan kepercayaan dan norma yang berlaku, ya go on gitu. Sayapku bebas terbang kemana aja. Tapi tetep diarahkan dan dituntun, setelah itu aku bebas mau pilih jalan yang mana. Hal ini agak menggelitik buatku. Karena, salah satu hal yang penting menurutku untuk menjadi manusia adalah kebebasan untuk memilih. Kalau semua serba maunya papa atau mama tanpa ...

TIPS AMAN NAIK PESAWAT SAAT PANDEMI COVID-19

Image
Source: Personal doc. Selama pandemi Covid-19, rasa worry untuk bepergian keluar rumah selalu ada. Namun, kali ini aku harus melakukan perjalanan keluar kota karena sesuatu hal yang penting.   Source: Personal doc. Bandara, tempat favoritku selain laut. Aku sukaaa banget naik pesawat. Rabu, 28 Oktober 2020 merupakan fligth pertamaku selama pandemi Covid-19. Jujur, sesampainya di bandara agak kaku. Terakhir flight pada bulan Maret, habis itu "terkurung" nggak kemana-mana sama sekali kecuali ke indomaret deket kosan. Setelah itu ngeliat manusia-manusia dan bandara tuh rasanya agak gimana gitu, ya. Haha. Aku mau share beberapa tips aman naik pesawat selama pandemi, versiku. Perlu diingat, tips dan penjelasan disini hanya berlaku selama regulasi pemerintah tidak berubah ya. Oke before tips, berikut alur selama di bandara asal dan bandara tujuan: Bandara Asal   Source: Personal doc. Keberangkatanku kemarin dari CGK terminal 3 sekitar jam 15.00 WIB. Tiba di bandara langsung ke ar...

7 Kesalahan di Umur 23

Image
  So happy birthday to me! Not today actually, hehe. Banyak banget pelajaran yang bisa ku petik satu tahun belakangan ini. Banyak banget. Terutama dimasa-masa sekarang ini. Aku bersyukur sama Tuhan Yesus udah ngejaga aku sampai sekarang ini. Aku lagi sering banget dengerin lagunya Casting Crowns yang judulnya  Voice of Truth dan menurutku lagunya powerful sih. Karena tantangan terbesarku setahun belakangan adalah rasa takut. Seketika dengerin lagu itu entah kenapa tenang aja gitu, "The Voice of Truth says do not be afraid" katanya. Hehe Sejauh yang sudah ku identifikasi (cielah 😅), kesalahan-kesalahan dan pelajaran yang ku peroleh satu tahun belakangan ini adalah:   1. Terlalu Menutup Diri Sifat tertutup sama sekali enggak ada salahnya. Tapi, memiliki sikap tertutup bukan berarti harus menutup diri dari semua orang. Di umurku 23, setahun belakangan ini, aku diperhadapkan ke berbagai macam situasi yang mostly i can't take over. Dari how to dealing with myself, how to dea...

Saved Content

Image
Source: https://www.vectorstock.com Pernah nggak sih kalian nge-save suatu konten, entah itu feed di Instagram, post di LinkedIn dan sambil mikir "save dulu aja, nanti lanjutin baca lagi" Nyatanya? Boro-boro buat baca, inget aja enggak sama tuh konten. "Wah menarik nih, eh tapi kepanjangan informasinya (..swipe and swipe..). Save dulu aja deh, nanti baca lagi." -lanjut nge-scroll. Menurutku,sebenernya itu kebiasaan yang harus dihindari sih. Kalau bener-bener pengen tahu dan menurut kita itu informasi penting, ya sebaiknya lanjutin aja baca informasinya sampai habis. Jangan nanggung-nanggung. Semisal save nya konten di Instagram, yang ada jadinya from Instagram for Instagram . Feeds Instagram, disimpennya buat instagram. Menyerap informasinya jadi kurang efektif. Belum lagi, kalo semisal itu feeds/konten tentang event yang akan dateng. Kita baca informasinya secara cepat, terus kita save dengan harapan itu akan menjadi sebuah reminder. Terus tiba-tiba, event nya udah...